Labuhanbatu Selatan, 22 Juni 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) bersama dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Padangrie, Kecamatan Simatahari, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan ini mengangkat tema “Pemanfaatan Buku Cerita Anak Dwi Bahasa dalam Revitalisasi Bahasa Daerah Batak Mandailing” sebagai upaya untuk meningkatkan literasi anak sekaligus melestarikan bahasa daerah yang merupakan bagian penting dari kekayaan budaya bangsa.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen memperkenalkan buku cerita anak yang disusun dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Batak Mandailing. Melalui media tersebut, anak-anak diajak untuk mengenal kembali kosakata, ungkapan, dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam bahasa daerah mereka. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin pesat.

Berbagai aktivitas literasi dilakukan selama kegiatan berlangsung, seperti membaca cerita bersama, mengenal kosakata Batak Mandailing, berdiskusi mengenai isi cerita, serta berinteraksi secara aktif dengan para peserta. Antusiasme anak-anak dan masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi mereka dalam setiap sesi kegiatan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pelestarian budaya lokal, tim PKM juga menyerahkan sejumlah buku cerita anak dwi bahasa kepada masyarakat Desa Padangrie. Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik bagi anak-anak sekaligus media untuk memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap Bahasa Batak Mandailing sejak usia dini.

Masyarakat Desa Padangrie menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kehadiran para dosen dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya daerah melalui pendidikan dan literasi.

Kegiatan PKM ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan oleh dosen PBSI dan PBI FKIP Universitas Al Washliyah Labuhanbatu, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga turut berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan bahasa serta budaya lokal.”Bahasa daerah merupakan identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Melalui buku cerita anak dwi bahasa, literasi dan pelestarian bahasa daerah dapat berjalan secara beriringan sehingga nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan upaya revitalisasi Bahasa Batak Mandailing dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga keberagaman bahasa daerah sebagai kekayaan budaya Indonesia.

By M Rizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *