Thailand — Universitas Al Washliyah Labuhanbatu terus mendorong mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik, pengalaman sosial, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan internasional. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa Universitas Al Washliyah Labuhanbatu untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mengenal secara langsung kehidupan pendidikan dan masyarakat di luar negeri. Melalui program PPL dan KKN Internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar memahami keberagaman budaya, membangun komunikasi lintas negara, serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dalam kegiatan internasional tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Al Washliyah Labuhanbatu turut mengambil bagian dengan mengutus dua mahasiswi, yaitu Nabila Ariska dan Nurfadhillah Siregar. Keduanya menjadi bagian dari mahasiswa Universitas Al Washliyah Labuhanbatu yang mengikuti program PPL dan KKN Internasional di Thailand bersama mahasiswa dari program studi lainnya. Keikutsertaan Nabila Ariska dan Nurfadhillah Siregar menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sebagai mahasiswa yang dipersiapkan menjadi calon pendidik dan insan akademik, pengalaman menjalani kegiatan pendidikan serta pengabdian di lingkungan internasional diharapkan dapat memperkaya perspektif mereka dalam memahami dunia pendidikan, khususnya dalam konteks keberagaman bahasa, budaya, dan karakter peserta didik. Program PPL Internasional memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama proses perkuliahan ke dalam praktik nyata. Mahasiswa dapat belajar mengenai proses pembelajaran, berinteraksi dengan lingkungan pendidikan, serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan profesionalisme sebagai calon tenaga pendidik. Sementara itu, KKN Internasional menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berada di lingkungan masyarakat Thailand memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa dalam memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Interaksi tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap toleransi, kepedulian sosial, kemandirian, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan baru. Bagi Nabila Ariska dan Nurfadhillah Siregar, keterlibatan dalam kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman akademik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengalaman berinteraksi dalam lingkungan internasional dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta wawasan kebahasaan dan kebudayaan. Keikutsertaan mahasiswa Universitas Al Washliyah Labuhanbatu dalam program PPL dan KKN Internasional juga mencerminkan semangat perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. Dunia pendidikan saat ini menuntut lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir terbuka, berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan perkembangan global. Program internasional tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan Universitas Al Washliyah Labuhanbatu dalam ruang akademik yang lebih luas. Kehadiran mahasiswa di Thailand membawa nama baik almamater sekaligus menjadi representasi semangat mahasiswa Univa Labuhanbatu untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi di tengah masyarakat. Diharapkan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PPL dan KKN Internasional di Thailand dapat dibawa kembali ke lingkungan kampus dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa lainnya. Pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama berada di luar negeri dapat menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengabdian di Universitas Al Washliyah Labuhanbatu. Dengan demikian, PPL dan KKN Internasional bukan sekadar perjalanan akademik ke luar negeri, melainkan sebuah proses pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan, pengalaman, budaya, dan pengabdian. Melalui program ini, Universitas Al Washliyah Labuhanbatu terus berupaya melahirkan generasi muda yang berkompeten, berkarakter, memiliki wawasan global, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Nabila Ariska dan Nurfadhillah Siregar bersama mahasiswa Universitas Al Washliyah Labuhanbatu lainnya diharapkan mampu menjadikan pengalaman di Thailand sebagai bekal berharga untuk terus mengembangkan diri, mengharumkan nama almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Navigasi pos Milad ke-18 UNIVA Labuhanbatu: Momentum Syukur, Refleksi, dan Penguatan Kebersamaan Seminar Proposal Gelombang 2 FKIP Universitas Al Washliyah Labuhanbatu Resmi Digelar, Dorong Mahasiswa Siapkan Penelitian Berkualitas